FOTO BERSAMA –Haji Andi Tajerimin bersama Karyawan PT. Mitra Indimatam Nusantara di tempat usahanya, Senin (6/4/2026) (FOTO: YUDITH SANGGU/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Ketersediaan LPG di Timika mengalami keterbatasan akibat kendala distribusi.
Untuk mengantisipasi kekosongan stok, pembelian dibatasi maksimal satu tabung per rumah tangga hingga pasokan baru tiba.
Kondisi pasokan LPG di wilayah Timika saat ini mengalami kendala distribusi yang berdampak pada terbatasnya ketersediaan di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Pertamina menerapkan kebijakan pembatasan pembelian guna mencegah terjadinya kekosongan stok (stock out) sebelum kedatangan pasokan berikutnya.
Berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun Timika eXpress, pembatasan pengiriman dilakukan untuk memprioritaskan kebutuhan di wilayah Sulawesi.
Saat ini, pasokan LPG ke Timika berasal dari Makassar melalui dua agen, yakni PT Indimatam dan Surya Depaq, sementara suplai dari Surabaya telah dihentikan sejak pertengahan Maret.
Meski sempat beredar informasi di media sosial bahwa stok LPG aman, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Hingga kini, stok hanya tersedia di satu agen, sementara dua agen lainnya dilaporkan telah kehabisan stock.
Sisa stok yang tersedia diperkirakan sekitar 2.000 tabung ukuran 5,5 kilogram dan 1.000 tabung ukuran 12 kilogram, yang diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan selama 5 hingga 6 hari ke depan.
Untuk menjaga ketersediaan, diberlakukan pembatasan pembelian maksimal satu tabung per rumah tangga.
Kabar baiknya, tambahan pasokan LPG dari Surabaya dan Makassar dijadwalkan tiba pada 7 dan 13 April mendatang.
Sementara itu, terkait isu perubahan jalur suplai ke Ambon yang berpotensi memengaruhi harga, pihak Pertamina menyatakan masih melakukan pembahasan intensif bersama pemerintah daerah dan agen guna menentukan Harga Jual Eceran (HJE).
Selama belum ada keputusan final, distribusi LPG masih menggunakan jalur lama. Diketahui, LPG di wilayah ini merupakan barang non-subsidi, sehingga biaya distribusi telah diperhitungkan dalam harga jual di tingkat agen.
“Gas masih ada, stok kita masih tersedia di Timika. Kami batasi penjualan per hari agar stok tidak habis total. Kami imbau satu rumah tangga cukup satu tabung,” ujar Junaedi Kala dari pihak Pertamina.
Hal senada disampaikan Haji Andi Tajerimin selaku Owner PT Mitra Indimatam Nusantara.
Ia menyebut, jika suplai dialihkan ke Ambon, berpotensi terjadi penyesuaian harga.
“Kisarannya mungkin ada kenaikan sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per tabung. Namun ini belum keputusan final karena masih dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Nining selaku agen LPG dari PT Musdalifa Karya Mandiri mengatakan pasokan saat ini berasal dari Makassar, bukan dari Surabaya.
“Pengiriman dibatasi karena kebutuhan di Sulawesi juga harus terpenuhi,” ujarnya.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan distribusi LPG tetap berjalan hingga kedatangan kapal tanker berikutnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) dan tetap tenang menunggu pasokan baru. (cr-70)
Jumlah Pengunjung: 67

6 hours ago
4

















































