AMANKAN – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 saat mengamankan jaringan pembelian senjata untuk kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo, Sabtu (14/3/2026). (FOTO:IST/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua berhasil mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo.
Dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, aparat mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026.
Kelima tersangka masing-masing berinisial SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi. Kemudian OB (22) alias Bakuru yang berperan sebagai penyandang dana pembelian senjata dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta.
Selanjutnya YP (35) yang juga berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta.
Sementara MKM (39) berperan membantu mempertemukan pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.
Sementara tiga orang lainnya yang sebelumnya turut diamankan masih berstatus sebagai saksi karena keterlibatan mereka masih didalami oleh penyidik.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi tersebut diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo untuk memperkuat persenjataan mereka.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus mengembangkan kasus ini untuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke Papua, sebagai upaya memutus rantai suplai senjata kepada kelompok bersenjata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Wakaops Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, yang mengajak masyarakat untuk membantu aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan terkait peredaran senjata ilegal.
Saat ini tim Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta memburu pihak lain yang diduga sebagai pemasok senjata dalam jaringan tersebut. (via)
Jumlah Pengunjung: 75

13 hours ago
8

















































