MEMBERKATI – Pastor Gabriel Ngga, OFM saat menguduskan dan memberkati daun palma umat pada misa Minggu Palma di Gereja St. Stefanus Sempan, 29 Maret 2026.
TIMIKA, timikaexpress.id — Ribuan umat Paroki St. Stefanus Sempan, Timika, mengikuti Ekaristi Minggu Palma, Minggu (29/3/2026), sebagai tanda dimulainya Pekan Suci dalam tradisi Gereja Katolik.
Perayaan yang dipimpin Pastor Gabriel Ngga, OFM, diawali dengan ritus pemberkatan daun palma di pelataran gereja.
Umat mengangkat daun palma sebagai simbol penyambutan Yesus saat memasuki Yerusalem.
Dalam liturgi, dibacakan Injil Matius 26:14–27:66 yang mengisahkan sengsara Yesus Kristus menjelang penyaliban.
Dalam homilinya, Pastor Gabriel menyoroti kontras peristiwa Minggu Palma, ketika orang-orang yang menyambut Yesus dengan sukacita justru kemudian turut menyalibkan-Nya.
“Kenyataan itu menjadi gambaran hidup kita saat ini. Tindakan, perkataan, dan perbuatan sering tidak sejalan dengan apa yang kita imani,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kisah sengsara, Yesus tetap setia kepada Bapa-Nya dan tidak membalas penindasan yang dialami.
Nilai tersebut, menurut dia, relevan dengan situasi saat ini, baik secara global maupun di Papua, khususnya di Timika.
Pastor Gabriel juga mengingatkan pesan rekonsiliasi dan perdamaian, sebagaimana kisah murid Yesus yang diminta untuk menyarungkan pedangnya.
“Damai di Papua hanya bisa terwujud jika kita memaknai spiritualitas hidup Kristus,” katanya.
Ia menambahkan, seruan Yesus di salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku,” bukanlah tanda keputusasaan, melainkan bagian dari perjalanan iman yang tetap menghadirkan harapan.
“Misi Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir dalam setiap penderitaan dan berjalan bersama kita memanggul salib,” ujarnya.
Menurut dia, membawa daun palma bukan sekadar ritus, tetapi simbol iman di tengah pergumulan hidup.
Karena itu, umat diajak menolak kekerasan, meningkatkan solidaritas, dan tetap setia pada nilai kebenaran.
Bagi umat di Keuskupan Timika, refleksi tersebut sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, yakni “Kristus bangkit menjadikan kita gereja misioner, solider, dan terlibat di tengah masyarakat.” (vis)
Jumlah Pengunjung: 51

11 hours ago
9

















































