TIMIKA, timikaexpress.id – Ketua Kerukunan Keluarga Besar Jayawijaya Mimika (KKBJ), Martinus Wallilo, meminta Bupati Mimika Johannes Rettob tetap menjaga reputasi dalam menjalankan roda pemerintahan tanpa adanya intervensi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi.
Hal tersebut disampaikan Martinus menyusul munculnya aksi protes dan penolakan terhadap pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika yang dilakukan oleh Forum Peduli ASN Mimika.
“Kami berharap bupati dapat menjalankan pemerintahan tanpa intervensi dari oknum tertentu yang memiliki kepentingan pribadi, karena hal itu justru dapat merusak nama baik Bupati,” ujar Martinus kepada awak media di Jalan Cendrawasih, Timika, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, jika terjadi intervensi dalam proses pelantikan, maka penempatan pejabat berpotensi tidak lagi sesuai dengan pangkat maupun latar belakang pendidikan.
Karena itu, ia meminta Surat Keputusan (SK) pelantikan pejabat yang dilakukan di Graha Eme Neme Yauware pada 11 Maret 2026 agar ditinjau kembali dan direvisi.
Martinus juga menilai jika persoalan tersebut berkaitan dengan proses di internal BKPSDM Kabupaten Mimika, maka pihak yang bertanggung jawab harus memberikan penjelasan.
“Kalau memang ini merupakan persoalan di BKPSDM, maka Bupati harus mengambil langkah tegas. Kepala BKPSDM dan kepala bidang terkait harus bertanggung jawab atas persoalan ini,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah memberi perhatian kepada ASN dari suku Amungme dan Kamoro serta orang asli Papua lainnya yang dinilai memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan di pemerintahan.
Menurut Martinus, aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah masyarakat asli Papua terkait pelantikan pejabat perlu dipahami sebagai bentuk kekecewaan karena merasa kurang dihargai di tanah mereka sendiri.
“Ini harus menjadi kesempatan untuk mengakomodir anak-anak asli Papua sebagai kader yang nantinya akan memimpin Mimika ke depan,” katanya.
Sebagai bagian dari tim pemenangan pasangan kepala daerah, Martinus juga menegaskan pihaknya tidak ingin reputasi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, tercoreng akibat polemik pelantikan pejabat tersebut.
“Kami tidak ingin nama Bupati rusak. Bupati harus menjadi teladan bagi kader berikutnya agar Mimika bisa terus maju dengan aman dan damai,” pungkasnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 93

12 hours ago
10

















































