AKSI – Sejumlah masyarakat pendulang emas tradisional melakukan aksi pemalangan Jalan Ahmad Yani, Timika, tepatnya di pertigaan tembusan Gorong-gorong, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 13.53 WIT. (FOTO:MAURITS SADIPUN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Sejumlah masyarakat pendulang emas kembali melakukan aksi protes di Jalan Ahmad Yani, Timika, tepatnya di pertigaan tembusan Gorong-gorong, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 13.53 WIT.
Aksi ditandai dengan pembakaran tumpukan sampah dan ban bekas di badan jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum beroperasinya toko emas pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pendulang berkumpul sambil membakar ban hingga menimbulkan asap hitam pekat.
Aksi tersebut sempat menarik perhatian warga dan menghambat arus lalu lintas.
Meski demikian, pemalangan tidak dilakukan secara total. Arus kendaraan tetap berjalan dengan pengawalan aparat, meski harus melintas secara perlahan.
Aksi ini dipicu kekecewaan pendulang yang telah menunggu sejak Senin (23/3/2026), namun hingga Selasa siang toko emas yang menjadi tujuan mereka belum juga beroperasi.
“Kami sudah tunggu dari kemarin, tapi sampai sekarang belum buka. Ini yang bikin kami kecewa,” ujar salah satu pendulang.

Menanggapi situasi tersebut, aparat kepolisian yang dipimpin Frengky Tethool langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif.
Ia meminta para pendulang membuka akses jalan serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami minta akses dibuka. Mari kita sama-sama jaga situasi tetap aman,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemilik toko emas agar segera beroperasi.
Namun, disampaikan pula bahwa operasional toko bergantung pada kesiapan modal dari masing-masing pemilik.
Melalui dialog tersebut, para pendulang akhirnya membubarkan diri. Situasi berangsur kondusif tanpa adanya tindakan anarkis.
Sekitar pukul 16.45 WIT, petugas berhasil memadamkan api dari ban yang terbakar guna mencegah potensi bahaya. Setelah itu, arus lalu lintas kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Sementara itu, para pendulang berharap adanya solusi cepat terkait operasional toko emas yang menjadi penopang utama aktivitas ekonomi mereka. (vis)
Jumlah Pengunjung: 11

10 hours ago
11
















































