PENGAMANAN – Personel Polres Mimika melakukan pengamanan di kawasan pertigaan Jalan Ahmad Yani, Timika, Rabu (25/3/2026), saat ratusan warga pendulang melakukan aksi pemalangan jalan akibat toko emas belum beroperasi. (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Ratusan warga pendulang kembali melakukan aksi pemalangan jalan di depan deretan toko emas di Jalan Ahmad Yani, Timika, Papua Tengah, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 10.13 WIT.
Aksi dilakukan dengan memasang kayu balok, seng, serta membakar ban bekas di badan jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi tersebut sempat terhenti.
Pemalangan dipicu belum dibukanya sejumlah toko emas yang selama ini membeli hasil dulang masyarakat.
Warga mengaku tidak memiliki tempat menjual emas hasil kerja mereka sejak sehari sebelumnya.
Aparat Kepolisian dari Polres Mimika turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan para pendulang agar situasi tetap kondusif.
Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP Frengky Tethool, mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami hadir di tengah masyarakat sebagai penegak hukum. Aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan ke pimpinan, tetapi kami minta masyarakat tetap menjaga kamtibmas,” ujar Frengky di lokasi.
Salah satu perwakilan pendulang, Juan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena belum ada solusi sejak pembicaraan yang dilakukan pada Selasa malam.
“Seharusnya pagi ini toko emas sudah buka. Kalau itu terjadi, situasi pasti aman. Kami turun aksi karena tidak ada solusi sejak tadi malam,” katanya.
Juan menyebut kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan keluarga para pendulang.
“Kami sudah bekerja keras mendulang, tetapi hasilnya tidak dibeli. Anak dan istri kami tidak bisa makan,” ujarnya.
Ia menegaskan aksi tersebut murni berasal dari inisiatif warga tanpa campur tangan pihak lain.
“Kami tidak ditunggangi siapa pun. Kami bergerak karena kebutuhan dan karena lapar,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tidak hadirnya koordinator pendulang dalam situasi tersebut.
“Kami seperti berjalan tanpa arah. Tidak ada satu pun koordinator yang hadir, padahal kami butuh solusi bersama,” katanya.
Para pendulang meminta agar pemerintah daerah turun langsung untuk memfasilitasi solusi, termasuk kemungkinan pembentukan koperasi guna menampung hasil dulang masyarakat.
“Kami berharap pemerintah hadir, melihat langsung, dan mendengar aspirasi kami,” ujar Juan.
Dalam aksi itu, warga juga meminta pemilik toko emas untuk memberikan penjelasan terbuka terkait belum beroperasinya usaha mereka.
Fasilitasi Audiensi dengan DPRK
Menyikapi aksi para pendulang, Polres Mimika akan memfasilitasi audiensi antara kelompok pendulang tradisional dengan DPRK Mimika guna mencari solusi atas persoalan pemasaran hasil emas.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan hal tersebut usai bernegosiasi dengan kelompok pendulang yang melakukan aksi pemalangan di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Toko Emas Rezki, Selasa (24/3) petang.
Menurut Kapolres, para pendulang meminta kepastian terkait operasional toko pembeli emas yang hingga kini belum membeli hasil dulang mereka.
“Mereka tanya kapan toko emas buka dan bisa beli hasil emas dulangan mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihak kepolisian menyarankan agar kelompok pendulang menyampaikan permohonan resmi melalui surat kepada Polres Mimika sebagai dasar untuk memfasilitasi pertemuan dengan DPRK.
“Kami akan fasilitasi audiensi dengan DPRK Mimika agar ada solusi bersama, termasuk kemungkinan penampungan hasil dulang melalui koperasi atau mekanisme lainnya,” kata Billyandha.
Ia menambahkan, upaya fasilitasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat agar persoalan yang dihadapi para pendulang tidak berlarut. (via)
Jumlah Pengunjung: 77

6 hours ago
7
















































