FOTO BERSAMA – Kepala Distrik Agimuga Aryanus Katagame foto bersama jajaran dan peserta Sosialisasi Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga berfoto bersama di Hotel Grand Tembaga, Timika, Kamis (3/9/2026). (FOTO:SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, mendorong keluarga menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga tentang Pentingnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara.
Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang menyasar masyarakat Distrik Agimuga tersebut diikuti 130 peserta, dibuka dengan sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, dan ditutup Kepala Distrik Agimuga, Aryanus Katagame.
Dalam sambutannya, pemerintah menekankan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak.
Orang tua memiliki peran penting melalui pola asuh, kebiasaan, dan keteladanan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.
Orang tua didorong menjadi teladan dalam mengajarkan toleransi, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, serta membangun sikap saling menghormati kepada anak.
Kepala Distrik Agimuga Aryanus Katagame mengatakan keluarga merupakan dasar terbentuknya kehidupan bermasyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Yang paling kecil itu keluarga. Dari keluarga ini lahirlah kelompok-kelompok masyarakat, lalu berkembang menjadi kampung, distrik, kabupaten, provinsi, dan sebuah negara besar,” kata Aryanus.
Selain menekankan peran keluarga, Aryanus mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Menurut dia, kritik terhadap pemerintah tetap diperbolehkan selama disampaikan berdasarkan fakta dan dengan cara yang membangun.
Ia mencontohkan informasi yang beredar melalui grup WhatsApp mengenai sekolah yang disebut diliburkan, padahal kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
“Kalau kita sebarkan berita palsu, nanti yang setengah mati ya kita juga,” ujarnya.
Aryanus juga menyoroti kondisi penduduk di Distrik Agimuga yang disebut masih mengalami penurunan.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama demi keberlanjutan generasi di wilayah Agimuga.
Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui peran keluarga dalam membentuk karakter anak berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
“Harapan kami, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diterapkan dalam keluarga sehingga nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya. (cr-72)
Jumlah Pengunjung: 46

9 hours ago
2

















































