Jenazah Korban Penembakan di Tambang Freeport Dimakamkan di Bandung

6 hours ago 4
DIBERANGKATKAN – Jenazah korban penembakan di area tambang Grasberg diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Jakarta, Kamis (13/3/2026). (FOTO:IST/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Jenazah Simson Mulia (48), karyawan PT Mpeigelah yang menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg Mine, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, telah diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (12/3/2026).

Jenazah korban diberangkatkan menggunakan pesawat milik Airfast Indonesia dari Bandara Mozes Kilangin sekitar pukul 14.12 WIT menuju Jakarta.

Selanjutnya, jenazah diberangkatkan melalui jalur darat menuju Kota Bandung, Jawa Barat.

Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka Pondok Hijau Blok M Nomor 4, Geger Kalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Bandung.

Kapolsek Tembagapura, AKP Firman, mengatakan proses pemulangan jenazah korban turut dikawal oleh anggota Reskrim Polsek Tembagapura bersama personel investigasi PT Freeport Indonesia.

Simson Mulia meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) pagi setelah ditembak oleh OTK saat berada dalam perjalanan menggunakan kendaraan operasional jenis Light Vehicle (LV) bernomor lambung 4446.

Korban dilaporkan terkena peluru tajam pada bagian telinga kanan yang menembus hingga telinga kiri.

Terkait insiden tersebut, aparat gabungan dari Satgas Amole, Polres Mimika, dan Polsek Tembagapura telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area bekas tambang Grasberg pada Kamis pagi.

“Olah TKP tadi pagi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika. Kami masih menunggu hasilnya untuk mengetahui secara jelas kronologi penembakan tersebut,” kata Kapolsek Tembagapura.

Hingga kini pihak kepolisian belum dapat memastikan kelompok yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.

Namun berdasarkan fakta yang ada selama ini, kawasan tambang terbuka Grasberg kerap menjadi jalur perlintasan warga dari wilayah Intan Jaya maupun Ilaga menuju kampung-kampung di sekitar Tembagapura.

Jalur tersebut juga diketahui sering dilalui oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Lokasi itu memang menjadi jalur perlintasan mereka jika dari Intan Jaya atau Ilaga. Bahkan karyawan sering melihat masyarakat melintas di kawasan tersebut,” ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Tembagapura memperkirakan manajemen PT Freeport Indonesia akan meminta penambahan personel pengamanan guna memberikan jaminan keamanan bagi para karyawan yang bekerja di area tambang terbuka Grasberg maupun tambang bawah tanah di sekitarnya.

Sebelumnya, manajemen PT Freeport Indonesia juga telah menyampaikan duka cita atas meninggalnya Simson Mulia.

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, mengatakan perusahaan turut berduka atas kehilangan salah satu karyawan yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan rekan kerja kami, Simson Mulia. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Manajemen Freeport juga menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus memastikan keamanan seluruh karyawan di wilayah operasional perusahaan.

“Keselamatan dan keamanan seluruh karyawan serta semua pihak di wilayah operasional kami tetap menjadi prioritas utama,” kata Katri. (ant)

Jumlah Pengunjung: 87

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |