TIMIKA, timikaexpress.id — Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Minggu (29/3/2026), merupakan tindakan kriminal murni dan tidak berkaitan dengan konflik antarsuku.
Penegasan ini disampaikan untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus meluruskan informasi yang berkembang, yang mengaitkan insiden tersebut dengan konflik sebelumnya di wilayah Kwamki Narama.
“Kasus yang terjadi saat ini sering kali dihubungkan dengan perselisihan antara keluarga Dang dan keluarga Negalen. Saya tegaskan itu tidak benar,” ujar Johannes Rettob kepada wartawan di Kantor Bappeda Mimika, Senin (30/3/2026).
Menurut dia, pemerintah daerah bersama para tokoh masyarakat telah mencapai kesepakatan damai, baik secara formal maupun adat, sehingga setiap bentuk kekerasan yang terjadi setelah itu tidak lagi terkait konflik suku.
“Kita sudah sepakat bahwa apabila ada kejadian lagi, maka itu dianggap sebagai kriminal murni, tidak ada kaitan dengan perang suku,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh berbagai pihak sebagai komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kwamki Narama.
Bupati juga meminta aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional.
“Saya sudah sampaikan kepada Kapolres untuk segera menindaklanjuti karena ini murni kasus kriminal. Tangkap pelakunya dan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Keresahan warga dipicu oleh penemuan dua jenazah dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kasus pertama terjadi di Distrik Kwamki Narama, di mana Balau Newegalen ditemukan tewas dengan belasan anak panah tertancap di tubuhnya.
Korban ditemukan di sekitar Pangkalan Ojek 3, Jalan Lingkar Luar pada Minggu dini hari.
Sementara itu, kasus kedua terjadi di Jalan WR Soepratman, Yulius Magai ditemukan meninggal dunia di depan sebuah ruko.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kedua kasus tersebut.
Bupati mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta memastikan wilayah Mimika tetap aman dan damai. (tim)
Jumlah Pengunjung: 18

6 hours ago
7

















































