TIMIKA, timikaexpress.id — Bandara Mozes Kilangin Timika terus dipacu menjadi pusat konektivitas penerbangan di Papua dan kawasan Indonesia Timur, dengan target kapasitas penumpang mencapai 2 juta orang per tahun.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan berbagai pembenahan telah dilakukan, baik dari sisi infrastruktur maupun fasilitas penunjang, seiring dengan selesainya proses pengalihan status bandara dari PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pemerintah.
“Kalau kita optimalkan, kapasitas bandara ini bisa tembus 2 juta penumpang bahkan lebih,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, saat ini jumlah penumpang di Bandara Mozes Kilangin telah mendekati 1 juta orang per tahun.
Dengan penggabungan terminal lama dan baru, luas bandara kini mencapai hampir 40 ribu meter persegi.
Dari sisi fasilitas, bandara ini dinilai telah memenuhi bahkan melampaui standar bandara kelas II.
Pemerintah daerah pun mendorong peningkatan status menjadi bandara kelas I guna mendukung peran strategisnya sebagai hub penerbangan di wilayah timur Indonesia.
Tak hanya itu, Pemkab Mimika juga mendorong pembukaan dan penambahan rute penerbangan langsung, seperti Timika–Ambon, Timika–Merauke, Timika–Nabire hingga Timika–Jakarta yang saat ini masih dalam proses perizinan.
Selain itu, terdapat pula rencana masuknya maskapai AirAsia dengan rute Makassar–Timika–Merauke, meski masih dalam tahap wacana.
Bupati mengakui, sejumlah rute sebelumnya sempat dihentikan karena rendahnya tingkat keterisian penumpang.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar daerah, terutama dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal agar permintaan penerbangan terus meningkat.
“Harapan kita ke depan, penerbangan bisa langsung tanpa transit. Sekarang ke Merauke saja masih harus lewat Jayapura dan menginap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bandara Mozes Kilangin juga direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun ini, menyesuaikan dengan jadwal kunjungan Presiden.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, Bandara Mozes Kilangin diharapkan mampu menjadi motor penggerak konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan pariwisata di Mimika dan Papua secara luas. (*)
Jumlah Pengunjung: 91

13 hours ago
10

















































