Nurhaida Nawipa Paparkan Strategi Pendidikan Baru untuk Papua Tengah Layak Anak

8 hours ago 3
SERAHKAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida Nawipa, SE, menyerahkan hadiah kepada siswi pemenang lomba dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Kamis (23/7/2026). (FOTO: IST/HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)

NABIRE, timikaexpress.id – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong transformasi pendidikan sebagai fondasi mewujudkan provinsi yang layak anak.

Berbagai strategi baru dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaida Nawipa, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di halaman SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Kamis (23/7/2026).

Menurut Nurhaida, peringatan HAN tahun ini sengaja dipusatkan di KPG Nabire sebagai simbol dimulainya arah baru pembangunan pendidikan di Papua Tengah.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi tonggak sejarah untuk membangun masa depan anak-anak Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen mendukung terwujudnya Provinsi Papua Tengah Layak Anak melalui kebijakan yang memastikan seluruh sekolah menjadi ruang belajar yang aman, ramah anak, bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan.

“Jangan ada lagi anak Papua Tengah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan yang layak,” tegasnya.

Nurhaida menjelaskan, pemerintah juga mengubah strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jika sebelumnya siswa dipersiapkan melalui lembaga pendidikan di luar Papua, kini pembinaan dilakukan langsung di Papua Tengah.

Salah satu program unggulan ialah kursus bahasa Inggris yang melibatkan lembaga lokal milik putra-putri asli Papua.

Program tersebut menyasar siswa SD kelas IV-VI hingga jenjang SMP, SMA, dan SMK.
Target awal sebanyak 4.250 peserta bahkan terlampaui menjadi 4.370 siswa, dengan sekitar 99,8 persen merupakan anak asli Papua Tengah.

“Kami ingin anak-anak Papua Tengah memiliki kemampuan bahasa Inggris sejak dini sehingga mampu bersaing memperoleh berbagai beasiswa nasional maupun internasional,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga merevitalisasi SMA Meepago sebagai sekolah unggulan yang dipersiapkan melahirkan calon penerima beasiswa LPDP maupun beasiswa luar negeri.

Tahun ini sekolah tersebut menerima 60 siswa terbaik hasil seleksi dari berbagai kabupaten.

Nurhaida juga menyoroti persoalan kekurangan guru yang masih menjadi tantangan besar di Papua Tengah.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah mengambil alih pengelolaan Kolese Pendidikan Guru (KPG) berbasis asrama sebagai pusat pencetakan guru masa depan.

Pada 2026, KPG membuka kuota 120 calon siswa dengan sistem keterwakilan satu peserta dari setiap distrik di Papua Tengah.

Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademik, tes psikologi, serta komitmen mengabdi di daerah asal.

“Menyiapkan daya saing anak Papua harus dimulai dari daerah sendiri. Dengan begitu, mereka dapat menjadi tuan di tanahnya sendiri,” ujar Nurhaida.

Ia berharap seluruh program tersebut mampu melahirkan generasi Papua Tengah yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Provinsi Papua Tengah yang ramah dan layak bagi setiap anak. (*)

Jumlah Pengunjung: 139

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |