Anggota DPD RI asal Papua Barat, Filep Wamafma (FOTO:ISTIMEWA)
JAKARTA, timikaexpress.id – Anggota DPD RI asal Papua Barat, Filep Wamafma, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak deforestasi dan berbagai persoalan lingkungan yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi Papua.
Menurut Filep, perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada isu-isu strategis seperti kerusakan hutan, penguasaan lahan, pengungsian masyarakat, serta dampak sosial dan ekologis dari proyek-proyek berskala besar atau Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlangsung di Tanah Papua.
“Jangan sampai perhatian masyarakat tersedot pada isu-isu yang bersifat personal. Yang harus menjadi fokus kita adalah deforestasi, perampasan tanah masyarakat adat, pengungsian warga, dan berbagai dampak yang akan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (31/5/2026).
Ketua Komite III DPD RI itu menilai, pembangunan dan investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat adat serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Menurutnya, hilangnya akses masyarakat terhadap tanah dan sumber daya alam dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Papua.
“Ketika lahan berpindah ke tangan perusahaan besar, masyarakat kehilangan aset utamanya. Nilai tambah ekonomi sering kali tidak dinikmati masyarakat lokal, sementara risiko kerusakan lingkungan terus meningkat,” katanya.
Filep juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi Papua, mulai dari pengungsian warga, meningkatnya kerentanan perempuan dan anak, hingga ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan alam Papua.
Ia menyebut deforestasi sebagai “utang lingkungan” yang dampaknya akan dirasakan generasi mendatang dalam bentuk krisis pangan, meningkatnya risiko bencana, berkurangnya sumber penghidupan, dan menurunnya kualitas lingkungan.
“Keuntungan ekonomi mungkin dirasakan hari ini, tetapi dampak kerusakan lingkungan akan ditanggung anak cucu Papua di masa depan. Karena itu, keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Filep mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, dan organisasi masyarakat sipil untuk terus mengawal isu-isu yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat adat, kelestarian lingkungan, dan masa depan Papua.
“Fokus kita harus tetap pada keselamatan masyarakat, perlindungan ruang hidup masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan Papua,” pungkasnya. (*)
Jumlah Pengunjung: 51

18 hours ago
8

















































