CINDERAMATA – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memberikan cinderamata kepada Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, seusai Dialog Strategis Percepatan Pembangunan Papua di Timika, Kamis (30/7/2026). (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Tanah Papua tidak dapat dilakukan secara parsial maupun sektoral.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, masyarakat adat, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Meki Nawipa saat menghadiri Dialog Strategis Percepatan Pembangunan Papua bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, yang dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua di Timika, Kamis (30/7/2026).
Menurut Meki, kompleksitas tantangan pembangunan di Papua membutuhkan sinergi lintas sektor.
Tanpa koordinasi yang baik, program pembangunan berpotensi berjalan sendiri-sendiri, tidak saling terhubung, dan kurang menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Ia menilai kolaborasi harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, DPR Papua, DPRK, Majelis Rakyat Papua (MRP), lembaga adat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, BUMN, organisasi masyarakat sipil, hingga mitra pembangunan.
“Dialog Strategis Percepatan Pembangunan Papua ini harus menjadi ruang untuk melahirkan langkah-langkah strategis yang memperkuat koordinasi seluruh aktor pembangunan, sehingga setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” ujar Meki.
Ia menegaskan, Papua memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Karena itu, keberhasilan pembangunan nasional juga harus tercermin dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat Papua melalui pemerataan pembangunan, pelayanan dasar yang berkualitas, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan.
Meki berharap dialog strategis tersebut tidak berhenti sebagai forum seremonial, melainkan menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat diimplementasikan sebagai pedoman bersama dalam mempercepat pembangunan di seluruh Tanah Papua.
“Harapan kami, dialog ini menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi pijakan nyata bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan Papua, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan bersama, dimulai dari Tanah Papua,” pungkasnya. (*)
Jumlah Pengunjung: 83

17 hours ago
6
















































