FOTO BERSAMA – Narasumber dan peserta berfoto bersama usai Talk Show “Waktu Pemuda Berbicara” di Cafe Losari, Timika, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat toleransi, serta mendorong peran pemuda sebagai agen perubahan di tengah keberagaman. (FOTO: ISTIMEWA)
MIMIKA, timikaexpress.id – Semangat persaudaraan di tengah keberagaman menjadi pesan utama dalam Talk Show bertajuk “Waktu Pemuda Berbicara: Mengokohkan Persaudaraan di Tengah Perbedaan” yang digelar di Cafe Losari, Timika, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang berbagi pandangan mengenai peran strategis generasi muda dalam menjaga kerukunan sosial sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Salah satu narasumber, Habib Helmi Bin Khalid Alkaff, menegaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, perubahan yang dilakukan generasi muda bukan berarti generasi sebelumnya gagal membangun daerah atau bangsa.
Setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan gagasan dan kontribusi baru dari generasi penerus.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam berpikir, bekerja, dan menciptakan perubahan yang lebih baik. Namun saat ini masih banyak anak muda yang lebih sibuk dengan gawai dan media sosial tanpa memberikan manfaat yang berarti bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan tidak lahir hanya dari keinginan semata, tetapi harus berangkat dari cita-cita yang dibarengi pemahaman terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk memiliki mimpi besar, menempuh pendidikan setinggi mungkin, menjadi pribadi yang bermanfaat, serta berkontribusi bagi kemajuan Timika dan Papua.
Habib Helmi juga menilai perbedaan pandangan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang dapat memperkaya gagasan dan solusi dalam membangun masyarakat.
“Perubahan besar harus dimulai dari cara berpikir yang benar, sumber pengetahuan yang baik, dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, Dr. Jeffery C. Hutagalung, menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin pesat.
Ia menyebut pemuda sebagai kelompok yang memiliki kreativitas, kecerdasan, dan semangat besar untuk membangun masa depan, namun juga rentan kehilangan arah apabila tidak dibekali karakter dan nilai-nilai yang kuat.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi dapat menjadi sarana pengembangan diri, tetapi juga berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diimbangi dengan tujuan hidup yang jelas.
“Penting bagi kita untuk berbicara berdasarkan data, bukan hanya asumsi atau narasi. Berbagai penelitian menunjukkan adanya tantangan seperti menurunnya religiositas dan spiritualitas, meningkatnya ketergantungan ekonomi kepada orang tua, serta rendahnya kemandirian ekonomi pada sebagian kelompok usia muda,” jelasnya.
Jeffery menambahkan bahwa tantangan tersebut dapat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat dan upaya menjaga kerukunan.
Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat pendidikan, pembinaan karakter, kemandirian ekonomi, serta nilai-nilai kebersamaan.
Ia berharap forum diskusi semacam ini tidak hanya menjadi ruang bertukar pendapat, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
“Saya selalu berpegang pada prinsip, ‘sepakat untuk tidak selalu bersepakat’. Dari perbedaan itulah lahir dialog, pembelajaran, dan gagasan-gagasan baru untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk terus menumbuhkan semangat belajar, menghargai perbedaan, memperkuat toleransi, serta menjaga persaudaraan sebagai modal utama dalam mewujudkan Timika yang harmonis, maju, dan berdaya saing. (*)
Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP
Jumlah Pengunjung: 74

7 hours ago
5

















































