FOTO BERSAMA – Brigita Pekey foto bersama anak-anak di Pelabuhan Poumako saat kegiatan refleksi menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Semangat kebangsaan dan persatuan kembali digaungkan oleh generasi muda Papua Tengah dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Anak Papua, Anak Pancasila”.
Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Poumako, Mimika, Papua Tengah, Minggu (31/5/2026), menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan tersebut diselenggarakan oleh Banteng Mienting bekerja sama dengan Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, dengan dukungan berbagai pihak.
Acara ini juga menghadirkan diskusi kebangsaan yang melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, dan elemen sipil sebagai upaya memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey, menegaskan bahwa tema “Anak Papua, Anak Pancasila” memiliki makna mendalam bahwa pemuda Papua merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak, tanggung jawab, dan semangat yang sama dalam menjaga nilai-nilai dasar negara.
“Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap bangga dengan identitas dan budaya Papua, namun tetap menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.
Menurut Brigita, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia mengakui bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh negatif media sosial, rendahnya pemahaman nilai kebangsaan, hingga perbedaan pandangan yang kerap muncul di tengah masyarakat.
Karena itu, diperlukan penguatan pendidikan karakter, ruang diskusi yang sehat, serta keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kebangsaan.
“Pemuda Papua memiliki potensi besar menjadi agen perubahan. Melalui wadah seperti Rembuk Pemuda, kami ingin membangun ruang edukasi, dialog, dan pembentukan karakter agar generasi muda tetap mencintai tanah kelahirannya sekaligus memiliki nasionalisme yang kuat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah menyiapkan berbagai program kolaboratif, mulai dari kegiatan sosial, diskusi kepemudaan, hingga aksi berbagi yang direncanakan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI mendatang.
Brigita berharap semangat persatuan yang dibangun dalam momentum Hari Lahir Pancasila tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi nilai yang terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Persatuan dan toleransi harus terus dijaga. Dengan berpegang teguh pada Pancasila, pemuda Papua dapat menjadi motor penggerak perdamaian, kemajuan daerah, dan pembangunan Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.
Pelabuhan Poumako dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dianggap merepresentasikan keterbukaan, konektivitas, dan semangat membangun yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Papua Tengah menuju masa depan yang lebih maju dan harmonis. (*)
Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP
Jumlah Pengunjung: 20

16 hours ago
10

















































