Karhutla Mengancam, Warga Nabire Diminta Tidak Bakar Lahan Sembarangan

19 hours ago 5
EMERGENCY MEETING – Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Soemoele memimpin emergency meeting bersama sejumlah instansi terkait, Jumat (21/8/2026). (FOTO:IST/HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)

NABIRE, timikaexpress.id — Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Nabire, Papua Tengah, seiring meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Pemprov Papua Tengah menggelar emergency meeting bersama sejumlah instansi terkait, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan itu membahas langkah antisipasi dan penanganan karhutla menyusul terdeteksinya sejumlah titik panas di Kabupaten Nabire dan beberapa wilayah lainnya di Papua Tengah.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Soemoele, meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Warga juga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok di kawasan dengan vegetasi kering dan mudah terbakar.

“Jangan membakar sembarangan, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jika melihat titik-titik api, sepanjang masih bisa dipadamkan, segera dilakukan. Tetapi kalau tidak mampu, segera hubungi posko-posko yang ada,” kata Silwanus.

Menurut Silwanus, kondisi puncak musim kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar.

Api juga dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, masyarakat yang menemukan titik api diminta melakukan pemadaman awal apabila kondisi masih aman dan memungkinkan.

Namun, jika api semakin besar dan sulit dikendalikan, warga diminta tidak mengambil risiko dan segera melaporkannya kepada petugas.

Perkuat Kesiapsiagaan

Pemprov Papua Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas instansi.

Apel Siaga Personel Terpadu dijadwalkan digelar pada Senin (24/8/2026) dan dilanjutkan dengan pertemuan teknis untuk menentukan langkah penanganan karhutla.

Posko Penanganan Darurat Karhutla di Kantor BPBD Papua Tengah akan menjadi pusat koordinasi penanganan.

Pemerintah juga akan menyebarluaskan nomor kontak darurat untuk memudahkan masyarakat melaporkan titik api maupun kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemprov Papua Tengah menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat.

Terlebih, kondisi puncak musim kemarau meningkatkan potensi muncul dan meluasnya kebakaran di Nabire dan sejumlah wilayah lain di Papua Tengah.

Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (*)

Jumlah Pengunjung: 47

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |