Festival UMKM ke-10 Mimika Dongkrak Perputaran Ekonomi hingga Rp670 Juta

7 hours ago 3
PENUTUPAN – Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Mimika, Yohana Paliling mewakili Bupati Mimika saat menutup Festival UMKM Nasional ke-10 di Mimika. (FOTO: YUDITH/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Festival UMKM Nasional ke-10 Kabupaten Mimika resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari sejak 12 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mencatat omzet penjualan pelaku usaha mencapai Rp670.759.500.

Capaian itu meningkat dibandingkan festival tahun sebelumnya yang mencatat omzet sekitar Rp550 juta.

Penutupan festival dihadiri Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Mimika, Yohana Paliling yang mewakili Bupati Mimika, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, perbankan, mitra usaha, serta ratusan pelaku UMKM.

Ketua Panitia Festival UMKM Nasional ke-10, Samuel Yogi, mengatakan capaian omzet tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung sekaligus potensi pelaku UMKM di Mimika.

Menurut Samuel Yogi yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, festival tidak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membuka akses pasar dan membangun jejaring kemitraan.

“Angka ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada keringat, kreativitas dan harapan pelaku usaha serta perputaran ekonomi masyarakat. Festival boleh selesai malam ini, tetapi perjuangan UMKM naik kelas tidak boleh berhenti,” ujar Samuel.

Ia berharap momentum tersebut dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati, Yohana Paliling saat membacakan sambutan Bupati Mimika mengatakan berakhirnya festival bukan berarti berhentinya aktivitas dan kreativitas pelaku UMKM.

Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi, menjaga kualitas serta meningkatkan kemampuan agar produk lokal Mimika semakin berdaya saing.

“Kita berharap momen ini menjadi titik lanjut, tidak berhenti berkarya. Teruslah menjaga kepercayaan, tingkatkan kualitas, berani belajar dan berubah,” kata Yohana.

Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kerja sama pemerintah, perbankan, dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan agar UMKM Mimika makin kokoh dan berkembang berkelanjutan,” ujarnya.

Festival UMKM Nasional ke-10 tahun 2026 ditutup dengan harapan jejaring yang telah terbentuk selama kegiatan dapat terus dikembangkan.

Peningkatan omzet dari Rp550 juta menjadi Rp670,7 juta diharapkan menjadi salah satu indikator semakin geliatnya aktivitas UMKM sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP

Jumlah Pengunjung: 96

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |