PAPARKAN PEMBANGUNAN — Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali E. Hanuebi, saat menjelaskan program pembangunan yang tetap berjalan di Distrik Kwamki Narama, Rabu (9/9/2026). (FOTO:GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Konflik yang terjadi di Kampung Amole dan sekitarnya tidak menghambat program pembangunan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Sejumlah pembangunan infrastruktur, mulai dari MCK, drainase, talut, jembatan hingga perumahan, tetap akan dilaksanakan pada 2026.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali E. Hanuebi, menegaskan konflik yang terjadi hanya berada di wilayah tertentu dan tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan di seluruh wilayah Distrik Kwamki Narama.
Hal tersebut disampaikan Naftali saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
“Konflik ini sama sekali tidak menghalangi pembangunan di Kwamki Narama,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejumlah program pembangunan yang direncanakan pada 2026 meliputi pembangunan drainase, talut, jembatan, perumahan, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Menurut Naftali, pembangunan tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika serta Dinas Perumahan Kabupaten Mimika.
Meski demikian, ia mengaku belum dapat memastikan secara rinci teknis pelaksanaan maupun jumlah keseluruhan pembangunan perumahan yang akan direalisasikan.
Namun, untuk program perumahan, kata dia, terdapat alokasi melalui APBD Kabupaten Mimika sebanyak sekitar lima hingga enam unit.
Selain itu, pembangunan rumah juga akan didukung melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRK Mimika.
“Saya belum bisa pastikan jumlahnya, tetapi cukup banyak yang berasal dari Pokir Dewan,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur dan perumahan, Dinas PUPR Kabupaten Mimika juga akan membangun 20 unit MCK di Distrik Kwamki Narama.
Naftali menjelaskan, pembangunan 20 unit MCK tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik beberapa waktu lalu dan kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR Kabupaten Mimika.
Menurutnya, administrasi pembangunan telah diselesaikan dan lokasi pembangunan juga telah ditinjau oleh pihak terkait.
Rencananya, pembangunan 20 unit MCK tersebut akan dimulai pada pekan depan.
“Sebanyak 20 MCK ini akan dibangun di Kampung Tonas Matoa, Kampung Bintang Lima, Kampung Damai, Kampung Landu Mekar, dan Kampung Amole,” tuturnya.
Naftali menegaskan, konflik yang terjadi di Kampung Amole dan sekitarnya tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk menghambat pembangunan di wilayah Distrik Kwamki Narama secara keseluruhan.
“Konflik ini hanya terjadi di Kampung Amole dan sekitarnya, tetapi pembangunan di Distrik Kwamki Narama tetap berjalan,” pungkasnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 142

11 hours ago
9

















































