PEMERIKSAAN – Petugas Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Mimika memeriksa organ dalam sapi kurban di Masjid Agung Babussalam, Mimika. Dari enam sapi yang diperiksa, tiga ekor terdeteksi mengandung cacing hati dan organ terinfeksi langsung dimusnahkan, pada Rabu (27/5/2026) (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Peternakan Kabupaten Mimika menemukan kasus cacing hati pada tiga ekor sapi kurban saat pemeriksaan kesehatan hewan di Masjid Agung Babussalam, Mimika, pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Meski demikian, petugas memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat karena bagian organ yang terinfeksi langsung dimusnahkan.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Mimika terhadap delapan hewan kurban yang terdiri atas enam ekor sapi dan dua ekor kambing.
Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan guna memastikan kesehatan hewan dan keamanan daging kurban.
Staf Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Mimika, Jack, mengatakan secara umum seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak disembelih.
“Kami lakukan dua pemeriksaan, antemortem sebelum dan postmortem setelah disembelih. Secara fisik semuanya sehat dan layak potong, meski ada yang agak kurus tapi belum pasti sakit,” ujarnya.
Namun, setelah pemeriksaan organ dalam dilakukan, petugas menemukan tiga ekor sapi yang terinfeksi cacing hati atau Fasciola gigantica dan Fasciola hepatica.
“Tadi diperiksa dua kambing dan enam sapi, ternyata tiga sapinya ada cacing hati,” katanya.
Menurut Jack, sapi-sapi tersebut diketahui berasal dari wilayah Seram. Infeksi diduga terjadi akibat pola pemeliharaan hewan yang diumbar bebas dan kemungkinan mengonsumsi keong yang menjadi media penyebaran parasit.
Meski ditemukan cacing hati, ia menegaskan kondisi tersebut tidak membahayakan masyarakat karena parasit hanya menyerang organ hati sapi dan tidak menular kepada manusia maupun hewan lain.
“Kalau hati sudah kena ya dibuang saja karena nutrisinya sudah habis dimakan cacing. Tetapi daging dan organ lainnya tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.
Sebagai langkah pengamanan pangan, seluruh organ hati yang terinfeksi langsung dipisahkan dan dimusnahkan melalui pembakaran maupun penguburan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
Jack menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara rinci terhadap organ-organ penting seperti paru-paru, jantung, limpa, usus, hingga hati karena sejumlah penyakit hewan tidak selalu terlihat dari kondisi fisik luar.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan di Masjid Agung Babussalam, tetapi juga di sejumlah masjid lain di wilayah Timika.
“Kami tersebar ke semua masjid di Timika. Hari ini saya di sini, besok rekan-rekan bertugas di belakang Pasar Lama, di situ nanti ada sekitar 15 ekor lagi yang diperiksa,” katanya.
Pemeriksaan ketat tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap sehat, higienis, dan layak konsumsi selama pelaksanaan Iduladha.
Jumlah Pengunjung: 36

9 hours ago
8

















































