WORKSHOP – Peserta Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) mengikuti pembukaan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah di Nabire, Jumat (7/8/2026). Workshop yang berlangsung hingga 16 Agustus ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer. (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Makassar menggelar Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai upaya mendukung transformasi sistem kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer di Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–16 Agustus 2026 di Rumah Makan Selera, Jalan Pemuda, Kabupaten Nabire, diikuti sebanyak 30 peserta yang merupakan pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
Ketua Panitia Workshop Integrasi Layanan Primer, Sutirah Kobogau, S.Kep., Ns, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya mendukung kebijakan transformasi kesehatan, khususnya transformasi layanan primer melalui penerapan Integrasi Layanan Primer sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ujar Sutirah.
Menurutnya, workshop bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dasar dan implementasi ILP, menyamakan persepsi dalam penerapan layanan di fasilitas kesehatan, serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari Bapelkes Makassar, Muhammad Iskandar, yang memberikan materi sekaligus penguatan teknis mengenai implementasi Integrasi Layanan Primer di lapangan.
Sutirah menjelaskan, kolaborasi dengan Bapelkes Makassar diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kesehatan sehingga pelaksanaan ILP dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama terkait implementasi ILP dan mampu menerapkannya di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan workshop dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Sutirah berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kesehatan primer dan mendukung keberhasilan implementasi Integrasi Layanan Primer di wilayah Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. (*)
Jumlah Pengunjung: 32

18 hours ago
4

















































