Bupati Mimika Johannes Rettob (FOTO:MEGA/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Bupati Mimika Johannes Rettob menyoroti masih kurangnya tenaga dokter di sejumlah puskesmas di Kabupaten Mimika.
Persoalan tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan pegunungan.
Hal itu disampaikan Johannes saat membuka Workshop Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi fasilitas kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, di Hotel Horison Diana pekan lalu.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat eselon III dan IV di lingkungan Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, serta calon pengelola BLUD puskesmas.
Dalam sambutannya, Johannes menegaskan pentingnya penguatan tata kelola puskesmas guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan merata hingga ke wilayah terpencil.
Menurut dia, penerapan BLUD menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Mimika.
Namun, hal itu harus didukung sumber daya manusia yang memadai, fasilitas kesehatan yang lengkap, serta tenaga kesehatan yang kompeten.
“Kita ingin pelayanan kesehatan yang prima. Puskesmas harus diperkuat, baik dari sisi SDM maupun fasilitasnya. Karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan berkualitas,” ujar Johannes.
Ia mengatakan, kondisi geografis Mimika yang luas membuat pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam mendistribusikan tenaga kesehatan dan menjangkau pelayanan hingga ke wilayah pedalaman.
“Masih ada puskesmas yang belum memiliki dokter. Bahkan ada yang tidak berjalan optimal karena faktor keamanan dan keterbatasan tenaga kesehatan. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.
Johannes menambahkan, peningkatan akses transportasi dan distribusi tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain persoalan tenaga medis, ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Menurutnya, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan dengan ramah tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Kita ingin pelayanan yang humanis. Jangan sampai pasien datang tetapi disambut dengan wajah masam. Layani masyarakat dengan baik karena kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Johannes juga menyoroti tingginya kasus malaria di Mimika.
Ia menilai persoalan kesehatan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau masyarakat sehat, mereka bisa sekolah, bekerja, dan hidup lebih baik. Karena itu semua pihak harus terlibat menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap workshop tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta terkait implementasi BLUD sekaligus meningkatkan kemampuan manajemen pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas di Kabupaten Mimika.
“Melalui workshop ini saya berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang baik tentang proses menuju puskesmas BLUD serta mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP
Jumlah Pengunjung: 23

5 hours ago
11

















































